Generasi Muda Herus Peduli Kependudukan

Generasi Muda Herus Peduli Kependudukan

Generasi Muda Herus Peduli Kependudukan

Generasi Muda Herus Peduli Kependudukan
Generasi Muda Herus Peduli Kependudukan

BANDUNG–Perhimpunan Studi Aksi Kependudukan (PSAK)

mengajak generasi muda terutama dari kalangan pelajar dan mahasiswa untuk peduli terhadap masalah kependudukan.

Menurut Ketua PSAK, Ticke Soekrani, masalah kependudukan jika tidak dimanage dengan baik justru akan menjadi masalah di kemudian hari. Pemahaman yang baik tentang kependudukan, akan melahirkan kebijakan yang tepat dalam pembangunan.

“Generasi muda setelah kami ini harus memahami

masalah kependudukan. Karena di Indonesia, selain masalah kuantitas, masalah kualitas juga belum terlalu menggembirakan” ujar Ticke dalam saresehan tentang kependudukan, Kopurpsi dan Narkoba di Pendopo Kota Bandung, Jum’at (8/7).

Upaya yang dilakukan untuk mengajak para generasi muda paham dan mengerti terhadap kependudukan adalah dengan banyak menggelar diskusi tentang kependudukan yang melibatkan para pelajar dan mahasiswa.

“Karena mereka nantinya yang akan menghadapi masalah

kependudukan di masa datang, maka sejak dini harus paham betul tentang berbagai masalah kependudukan baik negatif maupun positifnya. Agar pada gilirannya nanti mereka menjadi pemegang kebijakan, tidak akan membuat kebijakan yang salah” terang Ticke. (Pun

 

Baca Juga :

Kemensos Bantu Kendaraan Bagi Ormas Perempuan

Kemensos Bantu Kendaraan Bagi Ormas Perempuan

Kemensos Bantu Kendaraan Bagi Ormas Perempuan

Kemensos Bantu Kendaraan Bagi Ormas Perempuan
Kemensos Bantu Kendaraan Bagi Ormas Perempuan

BANDUNG- Sebagai bentuk dukungan atas upaya yang telah

dilakukan oleh Organisasi Masyaraat (Ormas) Perempuan dalam mendukung program-progran Kementerian Sosial (Kemensos) RI, sebanyak 12 Ormas Perempuan dari seluruh Indonesia mendapat bantuan kendaraan bermotor.

Direktoran Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos RI, Hartono Laras mengatakan, bantuan kendaraan bermotor ini untuk memudahkan Ormas Perempuan dalam menjalankan program-programnya yang berkaitan dengan kegiatan sosial.

“Bantuan stimulan kendaraan bermotor ini diberikan bagi Ormas

Perempuan yang selama ini sudah melakukan kerjasama dengan Kemensos,” ujarnya.

Bantuan stimulan kendaraan bermotor ini langsung diserahkan oleh Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa kepada 23 Ormas Perempuan.

Hartono berharap, bantuan ini mampu meningkatkan kinerja dan dukungan yang dilakukan Ormas Perempuan terhadap program-program yang ada di Kemensos.

“Semoga program-program Kemensos

akan lebih terbantu disosialisasikan oleh Ormas Perempuan kepada masyarakat,” kata Hartono, dalam sambutannya di pembukaan Rapat Koordinasi Program Pemberdayaan Sosial, di Hotel Savoy Homan, Rabu (13/04)

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148437039/struktur-kulit-dan-fungsinya/

Komisi I DPRD Jabar Evaluasi Usulan Dana Pilgub Tahun 2018

Komisi I DPRD Jabar Evaluasi Usulan Dana Pilgub Tahun 2018

Komisi I DPRD Jabar Evaluasi Usulan Dana Pilgub Tahun 2018

Komisi I DPRD Jabar Evaluasi Usulan Dana Pilgub Tahun 2018
Komisi I DPRD Jabar Evaluasi Usulan Dana Pilgub Tahun 2018

BANDUNG-Pihak Komisi I DPRD Jabar sudah menggelar pertemuan dengan KPU

Jabar pekan ini. Pertemuan tersebut, dimaksudkan untuk mengetahui persiapan Pilgub jabar tahun 2018, diantaranya menyangkut persiapan pendanaan. Dalam pertemuan tersebut, KPU Jabar baru menyampaikan usulan dana Pilgub Jabar dengan rentang usulan dana di kisaran Rp. 1,6 Trilyun sampai Rp. 1,8 trilyun.

Atas usulan tersebut, Komisi I DPRD Jabar akan mengevaluasi atas kelayakan usulan dana tersebut.Hal tersebut, diutarakan Ketua Komisi I DPRD Jabar, H. Syahrir dalam keterangannya kepada jabarprov.go.id, Kamis (14/4).

Untuk kepentingan evaluasi Komisi I DPRD Jabar akan meninjau daerah lain

yang memiliki kesamaan situasinya dengan Jabar. Untuk mengevaluasi kelayakan dana Pilgub, Komisi I DPRD Jabar juga menunggu Revisi UU Pilkada karena revisi UU tersebut akan menjadi bahan untuk rekomendasi evaluasi dana Pilgub Jabar tahun 2018.

Hal yang dipertahankan, ujar Syahrir kualitas penyelenggaraan Pilgub Jabar tahun 2018 harus lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, dalam pemantauan jabarprov.go.id, Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat sudah menyampaikan usulan dana Pilgub kepada Komisi I DPRD
Jabar, Rabu sore (13/4).

Yayat, dalam pertemuan tersebut memaparkan KPU Jabar telah merancang

besaran dana Pilgub Jabar sebesar Rp. 1,8 trilyun. KPU Jabar, sejalan dengan arahan Pemprov. Jabar siap melaksanakan efisiensi anggaran. Efisiensi anggaran, bisa dilaksanakan dari beberapa pos anggaran.

Pos anggaran yang berpeluang dilakukan efisiensi meliputi : bahan kampanye melalui pembuatan bahan kampanye 1 macam saja, pengurangan
tenaga honorarium pemutakhiran data pemilih serta untuk biaya kampanye diserahkan kepada pasangan calon yang maju dalam Pilgub Jabar tahun
2016. Seluruh opsi efisiensi, ujar Yayat tentunya membutuhkan persetujuan dari Parpol. (NR)

 

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148436801/klasifikasi-tumbuhan-paku/

Sarana Olahraga Sudah Siap Digunakan

Sarana Olahraga Sudah Siap Digunakan

Sarana Olahraga Sudah Siap Digunakan

Sarana Olahraga Sudah Siap Digunakan
Sarana Olahraga Sudah Siap Digunakan

BANDUNG-Untuk pelaksanaan PON tahun 2016,

seluruh sarana yang akan digunakan untuk semua cabor, semuanya sudah siap digunakan, ungkap Ketua Bidang Pertandingan PB PON tahun 2016, Yudha M Saputra dalam keterangannya pada jumpa pers, Jum’at (9/9).

Menurut Yudha, sebagian besar peralatan PON tahun 2016

didatangkan dari luar negeri. Diakui, saat ini ada sebagian kecil peralatan yang masih tertahan di Bea Cukai. Hal ini dikarenakan soal kesiapan venue. Adapun alat yang masih tertahan tinggal Karpet, di H-3 seluruh alat sudah tiba di tempat. Alat untuk pertandingan akan disimpan, dimana untuk penyimpanannya akan disesuaikan dengan venue.

Kendati, banyak alat yang didatangkan dari luar negeri,

akan dapat digunakan seluruhnya karena penyediaan alat dilengkapi dengan bagian teknisi.

Untuk menyukseskan pertandingan PON tahun 2016, ujar Yudha SDM yaitu untuk wasit secara kualitas juga sudah disiapkan. Untuk wasit yang dipakai dalam PON Tahun 2016, sudah bersertifikat Nasional dan Internasional. (NR)

 

Baca Juga :

Mencari Mata Air, Film Ully Sigar Terbaru

Mencari Mata Air, Film Ully Sigar Terbaru

Mencari Mata Air, Film Ully Sigar Terbaru

Mencari Mata Air, Film Ully Sigar Terbaru
Mencari Mata Air, Film Ully Sigar Terbaru

BANDUNG-Keberadaan mata air terus terancam karena pembangunan di daerah resapan air. Keprihatinan itu diungkap artis sekaligus aktivis lingkungan Ully Sigar Rusadi dalam sebuah film bertema alam berjudul My Journey Mencari Mata Air.

“Film akan diluncurkan 1 Januari 2017 mendatang,” katanya di Bandung belum lama ini.

Film ini sekaligus mengangkat keindahan alam taman nasional di Indonesia dan kearifan lokal masyarakat adat dalam upaya penyelamatan mata air.

Proses pembuatan film ini memakan waktu selama 30 hari dengan mengambil lokasi antara lain Desa Adat Ciptagelar Jawa Barat dan Pangandaran.

Film ini bercerita tentang empat orang remaja putri

yang berniat mengisi liburan mereka dengan mengantarkan teman dari New York bernama Lucas yang tertarik pada lingkungan hidup, terutama mata air.

Mereka nekat untuk menjelajah belantara menemukan mata air yang ditengarai sudah semakin langka karena berkembangnya peradaban.

Sengaja melepaskan diri dari pengawalan, kelima remaja itu mencoba mengandalkan naluri mereka untuk menghadapi alam liar. Banyak pelajaran dan pengalaman yang mereka dapatkan, termasuk saat harus berjuang mencegah kebakaran yang diakibatkan oleh kelalaian para pelancong.

Untunglah di tengah situasi yang buruk, sopir sekaligus

penunjuk jalan mereka, seorang laki-laki asal Flores yang bernama Heronimus, muncul memberikan pertolongan. Di sepanjang perjalanan, mereka bertemu dengan beberapa tokoh yang kemudian membantu usaha mereka mencari mata air.

Ki Barja, seorang warga desa yang mengabdikan diri untuk menjaga hutan, Maya dan tim nya, aktivis peneliti serangga capung yang menjadi indikator bagi kemurnian air dan pada akhirnya mereka singgah di desa adat, bertemu dengan Neneknya Chinta “Bunda Ully” yang diperankan Ully Sigar Rusadi, bersama relawan yang selama ini berjuang menjaga lingkungan hidup dan masyarakat adat.

Bersama-sama kemudian mereka berusaha menemukan mata air yang masih benar-benar murni dan tak terjamah.

“Perjalanan ini telah memberi para remaja itu pelajaran

yang sangat berharga, atau setidaknya menjadi sebuah awal yang baik untuk mulai mencurahkan keperdulian pada apa yang selama ini begitu penting dan berharga bagi umat manusia, yang alam telah berikan dengan berkelimpahan, yakni mata air,” ujarnya. jo

 

Sumber :

http://forum.detik.com/sejarah-bpupki-t2044981.html

Menristekdikti Orasi Ilmiah di Dies Natalis Unpad

Menristekdikti Orasi Ilmiah di Dies Natalis Unpad

Menristekdikti Orasi Ilmiah di Dies Natalis Unpad

Menristekdikti Orasi Ilmiah di Dies Natalis Unpad
Menristekdikti Orasi Ilmiah di Dies Natalis Unpad

BANDUNG-Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia

, Prof. Moh. Nasir, PhD, Ak., memberikan orasi ilmiah dalam acara peringatan Dies Natalis ke-59 Universitas Padjadjaran di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung, Rabu (14/09).

Orasi ilmiah yang bertajuk “Transformasi Perguruan Tinggi dan Daya Saing Bangsa”, ia menyampaikan jika kualitas perguruan tinggi di Indonesia harus semakin baik guna menghadapi tantangan bangsa yang semakin kompleks.

“Saat ini, total jumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia

mencapai 4.350 dengan total jumlah penduduk sekitar 250 juta jiwa. Angka ini melebihi jumlah total perguruan tinggi di Tiongkok, yaitu sekitar 2.824 dengan total penduduk 1,4 miliar. Ini berarti Indonesia punya kesempatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan salah satu target pemerintah terhadap perguruan tinggi

adalah masuk 500 besar perguruan tinggi terbaik dunia. Guna mewujudkan hal tersebut, manajemen pengelolaan perguruan tinggi harus diubah. Kemristekdikti sendiri, kata Prof. Nasir, telah menyiapkan berbagai regulasi untuk peningkatan kualitas perguruan tinggi.

“Regulasi yang dilakukan untuk perbaikan, sehingga mendorong perguruan tinggi Indonesia punya fleksibilitas baik. Baik fleksibilitas dalam otonomi akademik, maupun non akademik,” imbuhnya. jo

 

Sumber :

http://forum.detik.com/respirasi-aerob-t2044978.html

Sejarah Perjuangan Sultan Hasanudin Mengusir Penjajah Belanda

Sejarah Perjuangan Sultan Hasanudin Mengusir Penjajah Belanda

Sejarah Perjuangan Sultan Hasanudin Mengusir Penjajah Belanda

Sejarah Perjuangan Sultan Hasanudin Mengusir Penjajah Belanda
Sejarah Perjuangan Sultan Hasanudin Mengusir Penjajah Belanda

Sultan Hasanudin lahir di Makasar tahun 1631. Ia putra Sultan Malikussaid, seorang raja Goa. Masa remajanya ia lewatkan sebagai seorang utusan kerajaan. Pengalaman Sultan Hasanudin cukup luas. Sultan Hasanudin kemudian diangkat menjadi panglima perang.

Sultan Hasanudin menjadi raja menggantikan ayahnya yang meninggal dunia

Waktu itu hubungan dengan VOC cukup renggang akibat penerapan monopoli oleh VIC, VOC menerapkan monopoli  terhadap pedagang rempah-rempah. Penerapan monopoli oleh VOC sangat merugikan rakyat Goa. Sultan Hasanudin menentang keras penerapan monpoli.

Peperangan antara Sultan Hasanudin dan VOC tak dapat dielakkan

VOC mengerahkan angkatan perangnya yang diberangkatkan dari Batavia dengan kekuatan 21 kapal perang dan 1000 tentara yang dipimpin Cornelis Speelman. Pihak Belanda berhasil menghasut kerajaan kecil di sekitar Goa untuk mendukungnya. Kekuatan pasukan Sultan Hasanudin menjadi lemah. Sultan Hasanudin akhirnya berunding dengan pihak Belanda.

Pada tanggal 18 November 1667 disepakati suatu perjanjian perdamaian

Perjanjian itu disebut “Perdamaian Bongaya”. Isi perjanjian tersebut sangatlah merugikan kerajaan Goa. Sultan Hasanudin kemudian melakukan perlawanan kembali. Korban berjatuhan di pihak Belanda. Belanda meminta Sultan Hasanudin untuk berunding kembali. Ajakan Belanda ditolak Sultan Hasanudin.

Tanggal 12 Juni 1669 Belanda menaklukan benteng terkuat Goa yakni Somba Opu

Kekuatan armada perang Sultan Hasanudin menjadi lemah. Sultan Hasanudin mengundurkan diri dari tahta Kerajaan. Sultan Hasanudin digantikan putranya, Sultan Amir Hmazah. Tanggal 12 Juni 1670 Sultan Hasanudin meninggal dunia.

Pihak Belanda mengagumi keperkasaan, keberanian, dan ketegasan Sultan Hasanudin. Belanda menjulukinya “Ayam Jantan Dari Timur”. Untuk menghargai jasa-jasanya pemerintah Republik Indonesia menentapkan Sultan Hasanudin sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 6 November 1973.

Baca juga artikel:

Cara Mancing Ikan Nila Yang Benar

Cara Mancing Ikan Nila yang Benar

Cara Mancing Ikan Nila Yang Benar

Cara Mancing Ikan Nila yang Benar
Cara Mancing Ikan Nila yang Benar

Bagaimana cara mancing ikan nila yang benar? Ikan nila (Oreochromis niloticus) ialah ikan air tawar yang sering dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Ikan ini termasuk binatang omnivora yang biasa memakan plankton, ikan kecil, dan tanaman air. Sifatnya yang rakus membuat pertumbuhan ikan nila terbilang cepat.

Tidak sedikit para pemancing ikan nila contohnya lumut, cacing, rebon, jangkrik, kecoak batu, orong-orong, dan sebagainya. Sedangkan untuk memancing ikan nila di tambak, Anda harus menggunakan umpan pelet karena karakteristik ikan ini terbiasa memakan pelet.

Bagaimana cara mancing ikan nila yang benar Simak Cara Mancing Ikan Nila yang Benar. Ingin menerima ikan nila? Berikut ini kiat-kiat yang mampu Anda terapkan!

Penggunaan Peralatan yang Memadai

umpan ikan mas – Paling pas memancing ikan nila menggunakan joran tegek yang berukuran antara 360-450 cm. Lengkapi joran tadi dengan tali kenur yang berdiameter 0,5 mm dengan kekuatan minimal 40 lbs. Ukuran kail yang dipakai sebaiknya nomor 3, 4, atau 5. Pasang pula pelampung di bersahabat kail sehingga Anda mampu lebih mudah mendeteksi jikalau umpan sudah dimakan ikan nila.

Pemilihan Spot yang Tepat

Ikan nila liar biasanya tinggal di perairan yang banyak mengandung lumpur. Anda mampu menemukan lingkungan semacam ini di sawah, sungai, atau danau. Waktu pemancingan yang ideal antara lain 7-8 pagi, 10-13 siang, 15-18 sore, 20-22 malam, dan 2-4 dini hari.

Lemparkan Bom Umpan

Bom umpan memiliki kegunaan untuk menarik perhatian ikan-ikan supaya berkumpul di satu titik. Jenis bom umpan yang paling cocok untuk ikan nila yaitu bekatul dan beras ketan. Agar aromanya menyengat tajam dan gampang dideteksi ikan, ada baiknya tambahkan esens buatan atau terasi udang ke dalamnya. Bom umpan ini dilemparkan sebanyak 3-5 bulatan terlebih dahulu, kemudian secara bertahap taburkan 1 bulatan untuk menjaga ikan tetap berkumpul di spot tersebut.

Demikian, biar bermanfaat.

Jenis-jenis Kolam Ikan Air Tawar

Jenis-jenis Kolam Ikan Air Tawar

Jenis-jenis Kolam Ikan Air Tawar

Jenis-jenis Kolam Ikan Air Tawar
Jenis-jenis Kolam Ikan Air Tawar

Apa sajakah jenis-jenis bak ikan air tawar? Pembudidayaan ikan harus dilakukan dengan memakai media pemeliharaan berupa kolam. Saat ini, ada beragam bak yang bisa digunakan untuk daerah pembesaran ikan. Pemilihannya harus diadaptasi dengan karakteristik ikan yang akan dibudidayakan. Dari sekian banyak aneka bak tersebut, terdapat tiga yang paling populer yaitu bak tanah, bak semen, dan bak terpal.

Pembudidayaan ikan harus dilakukan dengan memakai media pemeliharaan berupa bak Simak Jenis-jenis Kolam Ikan Air Tawar

Kolam Tanah

Kolam tanah dibuat dengan cara menggali tanah memakai ukuran tertentu, lalu mengisinya dengan air. Kolam ini mempunyai dinding dan dasar yang masih berupa tanah. Pembuatannya yang mudah dengan biaya yang murah membuat bak ini sangat disukai oleh para petani. Bahkan beberapa bak tanah bisa terbentuk secara alami. Pada perkembangannya, dinding bak tanah sering diperkuat memakai susunan batu, sedangkan bab dasarnya diberi taburan pasir.

Kelebihan-kelebihan bak tanah antara lain :

  • Tidak dibutuhkan peralatan pelengkap untuk mengontrol kadar pH dan suhu air alasannya sudah menyesuaikan sendiri dengan lingkungan sekitar.
  • Biaya pembangunannya relatif lebih rendah dibandingkan dengan jenis bak air tawar yang lain.
  • Lingkungan bak yang masih alami membuat organisme yang menjadi pakan ikan ibarat plankton dan hewan renik bisa hidup di dalamnya.
  • Kondisi bak yang ibarat mirip habitat asli ikan membantunya dalam menyesuaikan diri sehingga daya hidupnya lebih tinggi.

Sayangnya bak tanah memiliki beberapa kekurangan yaitu :

  • Tingkat kelayakan bak sangat ditentukan oleh karakteristik dan jenis tanah yang menjadi daerah pembuatan bak tersebut.
  • Bagian dinding bak rawan mengalami longsor serta bab dasarnya bisa menjadi sarang predator ikan.
  • Sulit melaksanakan kontrol pada ketika cuaca sedang ekstrim dan hujan secara terus-menerus.
  • Dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengeringkan air pada kolam.
  • Permukaan air bak yang lebih rendah daripada ketinggian muka air kadang kala mempersulit sirkulasi air.
  • Perawatannya lebih rumit terutama untuk mengatasi dinding yang terkikis dan mengeluarkan endapan tanah.

Kolam Semen

ikan hias – Kolam semen yakni bak yang strukturnya terbuat dari adukan semen. Kolam ini biasanya dipilih ketika lahan tidak mungkin dibuat bak tanah. Beberapa petani juga memilih bak semen alasannya perawatannya cenderung lebih gampang. Karena bab dasarnya dilapisi oleh materi yang solid, air di dalam bak ini tidak bersentuhan pribadi dengan tanah.

Kolam semen mempunyai sejumlah keunggulan meliputi :

  • Sistem sirkulasi pengairan bak bisa dibuat semaksimal mungkin, baik untuk keperluan pengeringan atau pun perawatan.
  • Daya tahannya lebih lama, tidak mudah rusak, dan tidak gampang terkikis atau mengalami kebocoran.
  • Perawatannya lebih mudah dan biaya yang dibutuhkan pun lebih murah.
  • Bentuknya bisa dibuat sedemikian rupa dengan tingkat ketebalan dinding yang relatif tipis untuk mengoptimalkan ketersediaan lahan.
  • Ketinggian bak bisa dibangun di atas ketinggian rata-rata permukaan air tanah.
  • Spesifikasi bak dapat dibuat sedetail mungkin.
  • Proses pengeringannya lebih cepat berkisar antara 1-2 hari.
  • Potensi predator bersarang di dalam bak bisa dicegah.

Sedangkan kelemahan-kelemahannya yaitu :

  • Kondisi bak yang tidak alami memaksa kontrol pH dan suhu air harus dilakukan secara rutin.
  • Pertumbuhan pakan alami ikan ibarat plankton dan hewan renik tidak bisa maksimal.
  • Biaya pembangunannya lebih mahal dibandingkan dengan jenis kolam-kolam yang lain.
  • Dibutuhkan pembiasaan yang tinggi oleh ikan biar dapat bertahan hidup di lingkungan kolam.
  • Pertumbuhan ikan yang dibudidayakan di dalamnya lebih lambat alasannya potensi tingkat stresnya lebih tinggi.

Kolam Terpal

Dibandingkan dengan bak tanah dan bak semen, kolam terpal masih tergolong sebagai bak yang gres digunakan oleh para petani lokal. Pemilihan bak ini biasanya didasari sulitnya membuat jenis bak yang lain alasannya faktor-faktor tertentu. Misalnya tanah yang berpasir tidak mungkin dibuat bak tanah, sedangkan jikalau membuat bak semen biayanya tidak terjangkau. Maka bak terpal menjadi pilihan yang paling tepat.

Kelebihan yang dipunyai oleh bak terpal di antaranya :

  • Biaya instalasinya lebih murah daripada pembuatan kolam beton.
  • Bentuk perawatan yang harus dilakukan pun jauh lebih sederhana dan mudah.
  • Penempatan bak lebih fleksibel.
  • Pemantauan kondisi bak lebih mudah.
  • Proses pengeringan bak lebih cepat.

Di sisi lain, kekurangan bak terpal yakni :

  • Dibutuhkan perhatian yang serius pada pH dan suhu air
  • Pakan alami ikan sulit berkembang biak di dalam bak ini.
  • Ketimbang bak tanah, bak terpal lebih cepat rusak.
  • Kesalahan dalam memilih terpal dapat menimbulkan keracunan pada ikan.
  • Daya tahan ikan untuk hidup dan berkembang biak lebih rendah daripada bak tanah.
  • Ukuran bak terbatas sesuai dengan ukuran terpal yang dijual di pasaran.
  • Terpal termasuk material yang tidak ramah lingkungan.

SEBAB-SEBAB HUBUNGAN KEWARISAN DAN PENGHALANG KEWARISAN

SEBAB-SEBAB HUBUNGAN KEWARISAN DAN PENGHALANG KEWARISAN

SEBAB-SEBAB HUBUNGAN KEWARISAN DAN PENGHALANG KEWARISAN

 

SEBAB-SEBAB HUBUNGAN KEWARISAN DAN PENGHALANG KEWARISAN
SEBAB-SEBAB HUBUNGAN KEWARISAN DAN PENGHALANG KEWARISAN

1. Sebab-sebab kewarisan

Hal-hal yang menyebabkan seseorang dapat mewarisi terbagi atas tiga macam, yaitu sebagai berikut:

a. Karena hubungan kekerabatan atau hubungan nasab

Seperti kedua orang tua (bapak-ibu), anak, cucu, dan saudara, serta paman dan bibi. Singkatnya adalalah kedua orang tua, anak, dan orang yang bernasab dengan mereka. Allah SWT, berfirman dalam Al-Qur’an Artinya: “Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagainya lebih berhak terhadap sesama (dari pada yang bukan kerabat) di dalam kitab Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahua segala sesuatu.” (Q. S. Al-Anfal: 75).
Kekerabatan artinya adanya hubungan nasab antara orang yang mewarisi dengan orang yang diwarisi disebabkan oleh kelahiran. Kekerabatan merupakan sebab adanya hak mempusakai yang paling kuat karena kekerabatan merupan unsur kausalitas adanya seseorang yang tidak dapat dihilangkan begitu saja.

b. Karena hubungan pernikahan

Hubungan pernikahan ini terjadi setelah dilakuakan akad nikah yang sah dan terjadi antara suami-istri yang melakukan pernikahan tidak sah tidak menyebabkan adanya hak waris.
Pernikahan yang sah menurut syari’at islam merupakan ikatan untuk mempertemukan seorang laki-laki dengan seorang perempuan selama ikatan pernikahan itu masih terjadi. Bijaksan kalau Allah memberikan sebagian tertentu sebagai imbalan pengorbana dari jerih payahnya, bila salah satu dari keduannya meninggal dunia dan meninggalkan harta pusaka. Atas dasar itulah, hak suami maupun istri tidak dapat terhijab sama sekali oleh ahli waris manapun. Mereka hanya dapat terhijab nuqsan (dikurangi bagiannya) oleh anak turun mereka atau ahli waris yang lain.

c. Karena wala’

Wala’ adalah pewarisan karena jasa seseorang yang telah memerdekakan seorang hamba kemudian budak itu menjadi kaya. Jika orang yang dimerdekakan itu meninggalkan dunia, orang yang memerdekakan berhak mendapat warisan. Rasulullah SAW bersabda: “Hak wala’ itu hanya bagi orang yang telah membebaskan hamba sahaya.” (HR. Bukhori dan Muslim). Rasulullah SAW. Menganggap wala’ sebagai kerabat berdasarkan nasab, sesuai dengan sabdanya: “Wala’ itu adalah suatu kerabat sebagai kerabat nasab yang tidak boleh dijual dan dihibahkan.” (HR. Muslim).

Baca Juga: