Pengawasan (Supervisi) Proses Pembelajaran

Pengawasan (Supervisi) Proses Pembelajaran

Pengawasan (Supervisi) proses pembelajaran dilakukan melalui kegiatan pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan, serta tindak lanjut secara berkala dan berkelanjutan. Pengawasan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala satuan pendidikan dan pengawas.

  1. Prinsip Pengawasan

Pengawasan dilakukan dengan prinsip objektif dan transparan guna

peningkatan mutu secara berkelanjutan dan menetapkan peringkat

akreditasi.

  1. Sistem dan Entitas Pengawasan

Sistem pengawasan internal dilakukan oleh kepala sekolah,

pengawas, dinas pendidikan dan Lembaga Penjaminan Mutu

Pendidikan.

  1. Kepala Sekolah, Pengawas dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan melakukan pengawasan dalam rangka peningkatan mutu.
  2. Kepala Sekolah dan Pengawas melakukan pengawasan dalam bentuk supervisi akademik dan supervisi manajerial.

Pengawasan yang dilakukan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan diwujudkan dalam bentuk Evaluasi Diri Sekolah.

  1. Proses Pengawasan
  2. Pemantauan

Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran. Pemantauan dilakukan melalui antara lain, diskusi kelompok terfokus, pengamatan, pencatatan, perekaman, wawancara, dan dokumentasi.

  1. Supervisi

Supervisi proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran yang dilakukan melalui antara lain, pemberian contoh, diskusi, konsultasi, atau pelatihan.

  1. Pelaporan

Hasil kegiatan pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran disusun dalam bentuk laporan untuk kepentingan tindak lanjut pengembangan keprofesionalan pendidik secara berkelanjutan.

  1. TindakLanjut

Tindak lanjut hasil pengawasan dilakukan dalam bentuk:

1)      Penguatan dan penghargaan kepada guru yang menunjukkan kinerja yang memenuhi atau melampaui standar; dan

2)      Pemberian kesempatan kepada guru untuk mengikuti program pengembangan keprofesionalan berkelanjutan.[31]

Disinilah yang membedakan peraturan yang lama PP No. 19 tahun 2005 dengan Permendikbud No. 65 tahun 2013 yaitu adanya fungsi supervisi sebagai pengawas jalannya proses kebijakan pembelajaran di sekolah – sekolah  maupun madrasah, sehingga diharapkan akan lebih mengoptimalkan pencapaian standard proses tersebut.

baca juga :