Pengertian Asesmen

Pengertian Asesmen

Menurut Poerwanti (2013) asesmen adalah istilah umum yang melibatkan semua rangkaian prosedur yang digunakan untuk mendapatkan informasi tentang hasil belajar peserta didik misalnya: observasi, skala bertingkat tentang kinerja, tes tertulis dan pelaksanan penilaian mengenai kemajuan belajar peserta didik.

Asesmen perkembangan adalah proses pengumpulan data/informasi secara sistematis terhadap aspek-aspek perkembangan anak yang diduga berpengaruh terhadap prestasi akademik.

2.2     Aspek Asesmen Perkembangan

Menurut Poerwanti (2013) asesmen perkembangan mencakup beberapa aspek, antara lain:

  1. Aspek Perkembangan Kognitif

Aspek perkembangan kognitif yaitu aspek dalam proses pembentukan konsep sehingga dapat mengembangkan pengetahuan anak dalam hal perkembangan bahasa, perkembangan persepsi, konsentrasi dan memori atau daya ingat.

  1. Perkembangan Bahasa

Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan manusia dalam mengadakan hubungan dengan sesamanya. Kemampuan berbahasa seseorang dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu kemampuan berbahasa pasif (reseptif) dan kemampuan berbahasa aktif (ekspresif). Kemampuan berbahasa pasif adalah kemampuan memahami pikiran, perasaan, dan kehendak orang lain. Sedangkan kemampuan berbahasa aktif adalah kemampuan untuk menyatakan pikiran, perasaan dan kehendak sendiri kepada orang lain.

Asesmen perkembangan bahasa ditujukan untuk mengumpulkan atau menghimpun data/informasi tentang aspek-aspek perkembangan bahasa yang meliputi kemampuan memahami makna kata, kemampuan untuk

3

 

mengekspresikan diri secara verbal, dan kemampuan dalam pelafalan (artikulasi).

  1. Perkembangan Persepsi

Persepsi berasal dari istilah bahasa Inggris ”Perception” artinya tanggapan atau penerimaan langsung dari sesuatu, daya memahami atau menanggapi sesuatu, proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancainderanya. Asesmen perkembangan persepsi merupakan suatu proses pengumpulan informasi mengenai aspek-aspek perkembangan persepsi seorang anak yang diperlukan sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan suatu program pembelajaran akademik.

Adapun ruang lingkup perkembangan persepsi terdiri dari: (a) persepsi visual, yang meliputi persepsi warna, hubungan keruangan, diskriminasi visual, diskriminasi bentuk dan latar, visual closure, dan pengenalan objek (object recognation), (b) persepsi auditif yang meliputi kesadaran fonologis, diskriminasi auditif, ingatan auditif, urutan audititif, dan perpaduan auditif, (c) persepsi kinestetik (gerak), dan (d) persepsi taktil (perabaan).

  1. Perkembangan Motorik

Perkembangan motorik berarti perkembangan pengendalian gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat saraf, urat saraf, dan otot yang terkoordinasi. Perkembangan motorik meliputi kemampuan dalam melakukan gerak, baik yang bersifat gerakan kasar, gerakan halus, keseimbangan dan koordinasi.

Asesmen perkembangan motorik ditujukan untuk mengetahui informasi tentang aspek-aspek perkembangan motorik anak yang meliputi aspek motorik kasar, motorik halus, aspek keseimbangan dan koordinasi.

Ruang lingkup perkembangan motorik mencakup: (a) Kemampuan untuk melakukan gerakan kasar (gross motor); (b) Kemampuan untuk melakukan gerakan halus (fine motor); (c) Kemampuan dalam keseimbangan (balance); (d) Kemampuan koordinasi (coordination).

  1. Aspek Perkembangan Sosial

Aspek perkembangan sosial ialah aspek yang mengacu pada kemampuan anak dalam berinteraksi dengan orang lain dalam situasi tertentu, seperti melakukan adaptasi dengan lingkungan, menilai situasi, mengikuti aturan dan membedakan kepemilikan barang.

  1. Aspek Perkembangan Emosi

Aspek perkembangan emosi ialah kemampuan dalam mengekspresikan perasaan-perasaan gembira, marah, sedih, takut dan keberanian.

  1. Aspek Perkembangan Motorik

Aspek perkembangan motorik ialah kemampuan dalam melakukan gerak, baik gerakan kasar maupun halus dan keseimbangan yang meliputi: melakukan gerakan kasar, melakukan gerakan halus dan kesimbangan.

sumber :

Monster Warlord v4.1.2 Apk for android