Pengertian Perubahan Kimia

Pengertian Perubahan Kimia

Pengertian Perubahan Kimia

Perubahan kimiawi ialah perubahan materi yang prosesnya menghasilkan jenis substansi baru. Perubahan kimia adakala disebut sebagai reaksi kimia. Ada banyak proses perubahan kimia yang terjadi di sekitar kita, contohnya kertas yang terbakar menghasilkan jenis pembakaran debu baru. Abu pembakaran tidak bisa lagi bermetamorfosis kertas dan di antara keduanya terdapat sifat kimia yang berbeda.
Nah, dari pola perubahan kimiawi, sanggup disimpulkan bahwa ada 3 karakteristik perubahan kimiawi, yaitu perubahan menghasilkan jenis zat baru, perubahan ireversibel berarti bahwa zat yang dihasilkan tidak sanggup kembali ke bentuk aslinya, perubahan diikuti oleh perubahan sifat kimiawi dari bahan. Selain itu, ada beberapa indikator yang mengindikasikan adanya perubahan kimia dalam suatu reaksi, dengan adanya perubahan warna, pembentukan gas, perubahan bau, pembentukan endapan baru, timbulnya cahaya, dan perubahan pH.
Perlu dicatat bahwa, selama proses perubahan kimia, massa zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa zat setelah reaksi. Hal ini sesuai dengan aturan keseimbangan reaksi.

Contoh Perubahan Kimia

Seiring perubahan fisika, kita juga bisa mengamati banyak pola perubahan kimiawi di lingkungan kita. Adapun penyebabnya, perubahan kimiawi bisa dikelompokkan menjadi 5 kelompok besar, yaitu:
  1. Proses pembakaran Misalnya meledak bom, memperabukan kayu, dan memperabukan lilin.
  2. Proses penggorengan. Misalnya, singkong menjadi kaset, ganti susu menjadi keju, dan kedelai menjadi tempe.
  3. Proses kerusakan. Contohnya mencakup pembusukan sampah, pelapukan kayu, dan batang besi.
  4. Proses biologis makhluk hidup. Misalnya proses pencernaan, proses fotosintesis makanan, dan proses pernapasan.
  5. Proses pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Misalnya perkecambahan, pertumbuhan tanaman, pertumbuhan bayi menjadi dewasa.

Baca Juga :