Persiapan Bak

Persiapan Bak

Bak merupakan media hidup larva dalam pembenihan. Sebelum bak ditebar telur Kerapu, maka dilakukan persiapan bak terlebih dahulu dengan tujuan untuk membuat kondisi media menjadi baik sehingga  perkembangan larva berlangsung dengan baik pula. Persiapan bak dapat dilakukan dengan membersihkan, mengeringkan serta membilas bak dengan air laut. sebelum diisi larva, bak dicuci dengan sabun dan kaporit sebanyak 100 – 150 ppm kemudian didiamkan selama 1 – 2 hari. Setelah itu, bak dibilas dengan air tawar dan dikeringkan.

Persiapan Air Media Pemeliharaan

Air laut yang digunakan untuk memelihara larva disaring melalui filter pasir. Salinitas air media pemeliharaan larva idealnya sebesar 28 – 35 ppt dan suhu airnya 32 ºC. Volume awal pengisian bak berkisar 5 – 7 m3 atau minimal separuh dari volume total bak pemeliharaan. Dengan demikian, masih ada sisa ruangan atau sisa volume bak untuk penambahan fitoplankton. Air yang masuk ke dalam bak disaring dengan filter bag untuk menghindari masuknya organisme renik laut.

2.3.3. Pengadaan dan Seleksi Telur

Telur berasal dari pembenihan skala besar (lengkap). Sebelum ditebar ke dalam bak pemeliharaan, telur terlebih dahulu ditampung di dalam akuarium (50x50x50 cm) dengan kepadatan optimum 1.000 – 2.000 butir/liter selama 2 – 4 jam. Ciri-ciri sel telur yang baik dan berkembang adalah transparan, mengapung atau melayang, berbentuk bulat, kuning telur berada di tengah, dan berukuran 0,8 – 1,1 mm. Sementara itu, telur yang jelek akan mengendap di dasar akuarium dan berwarna putih susu. Telur yang jelek tersebut dibuang dengan cara disifon. Setelah penyiponan selesai, telur yang baik dihitung jumlahnya, kemudian langsung ditebar ke dalam bak pemeliharaan larva.

2.3.4. Tahap Penetasan Telur

Telur yang telah diseleksi kemudian siap ditetaskan. Telur kerapu akan menetas 19 jam setelah pembuahan. Pada awal penetasan, aerasi dikecilkan agar larva kerapu yang baru menetas tidak teraduk oleh arus yang ditimbulkan aerasi. Pemeliharaan larva dilakukan dalam bak semen dengan kapasitas 8 – 10 m3 yang dilengkapi dengan sistem aerasi yang berjarak 50 – 100 cm dan 5 cm di atas dasar bak. Padat penebaran telur dalam bak 8 – 15 butir/liter. Larva yang baru menetas berukuran 0,8 – 1,1 mm, putih transparan, bersifat planktonik, dan bergerak mengikuti arus.

Sumber: https://carbomark.org/