Puasa Ayyamul bidh

Macam-macam Puasa

1. Puasa wajib

a. Puasa di bulan Ramadhan
b. Puasa yang dinazarkan
c. Puasa qadha’
d. Puasa kaffarah (denda) yang disebabkan oleh:
a) Jima di siang hari pada bulan Ramadhan
b) Dzihar
c) Melanggar sumpah
d) Membunuh dengan sengaja

2. Puasa sunnah
a. Puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram
Hal ini didasarkan pada hadits dari Ibnu Abbas:
Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah bersabda: “Andai aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada tanggal sembilan (bulan Muharram).” (HR. Ibn Majah dan Ahmad)
b. Puasa hari arafah
Hal ini didasarkan pada hadits dari Abu Qatadah r.a:
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Puasa Asyura adalah kaffarah (dari dosa) satu tahun. Puasa Arafah adalah kaffarah (dari dosa) dua tahun, satu tahun sebelumnya dan satu tahun berikutnya.” (HR. Ahmad)
c. Puasa senin dan kamis
Hal ini didasarkan pada hadits dari Aisyah r.a:
Sesungguhnya Nabi saw. telah memilih waktu untuk berpuasa pada hari senin dan kamis. (HR. At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ahmad)
d. Puasa enam hari pada bulan syawal
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
Dari Abu Ayyub, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “siapa yang berpuasa Ramadhan dan dilanjutkan dengan berpuasa enam hari pada bulan Syawal, maka seperti berpuasa satu masa.” (Shahih Muslim).
e. Puasa Daud
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
“Puasa yang lebih disukai oleh Allah adalah puasa Daud dan sholat yang disukai Allah adalah shalat Daud. Ia tidur sepertiga malam, bangun sepertiganya, lalu tidur seperenamnya, dan ia berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari.” (Mutaffaq ‘alaih)
f. Puasa Ayyamul bidh
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata kepada saya, “tiga perkara yang harus saya (Abu Hurairah) lakukan yaitu shalat witir sebelum tidur, puasa tiga hari di setiap bulan, dan shalat dhuha.” (Sunan Tirmidzi)
g. Puasa Rajab, Sya’ban, dan pada Bulan–bulan Suci
3. Puasa makruh
Puasa makruh yaitu puasa yang dilakukan pada hari jum’at, kecuali apabila kelanjutan dari puasa pada hari sebelumnya atau puasa sunnah yang bertepatan dengan hari jum’at.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “janganlah salah seorang di antara kalian berpuasa pada hari jum’at kecuali ia berpuasa sebelum atau sesudahnya.” (HR. Muslim. No. 1144)

Sumber: https://vds.co.id/