Sensasi Suhu

Sensasi Suhu

            Manusia dapat merasakan berbagai gradasi dingin dan gradasi panas, progresif dingin dari sejuk ke dingin sampai membekukan, progresif panas dari hangat ke panas membakar. Tingkatan suhu dibedakan oleh tiga jenis organ akhir yaitu reseptor dingin, reseptor hangat, dan dua subtipe reseptor nyeri (reseptor nyeri dingin dan reseptor nyeri panas). Reseptor dingin dan reseptor hangat terletak tepat di bawah kulit. Pada titik yang terpisah masing-masing mempunyai diameter stimulasi sekitar 1mm. Pada bagian terbesar tubuh jumlah reseptor hangat tiga kali jumlah reseptor dingin.

            Bila suatu reseptor suhu mengalami perubahan tiba-tiba ia menjadi terangsang dengan kuat tetapi perangsangan ini menghilang dengan cepat . Pada menit pertama secara progresif lebih lambat selama setengah jam berikutnya beradaptasi tetapi tidak seluruhnya. Bila suhu kulit turun secara aktif, orang merasa jauh lebih dingin, jika suhu meningkat secara aktif ia merasa jauh lebih hangat dari pada yang dirasakan pada suhu yang sama.
Reseptor suhu terangsang oleh perubahan kecepatan metabolik, karena suhu mengubah kecepatan reaksi kimia intrasel 2 kali untuk tiap perubahan suhu 10 derajat Celcius. Deteksi suhu mungkin tidak disebabkan oleh perangsangan tidak langsung, tetapi perangsangan kimia dari ujung saraf tersebut karena diubah oleh suhu.

            Isyarat suhu ditransmisikan dalam lintasan yang hampir sama dengan nyeri, dengan memasuki medulla spinalis. Isyarat dihantarkan oleh beberapa segmen ke atas atau ke bawah, kemudian diproses neuron medulla spinalis, akhirnya memasuki serat s4h4 yang panjang menyeberang ke traktus spinotalamikus ke antekolateralis. Beberapa isyarat dihantarkan ke korteks somestetik dari kompleks ventrobasal suatu neuron dalam daerah sensoris somestetik yang bereaksi terhadap rangsangan dingin dan hangat dalam daerah kulit tertentu.

Sumber :

https://littlehorribles.com/