Spiritual Quotient (SQ)

Spiritual Quotient (SQ)

Di akhir abad ke-20 (1999-an), Danah Zohar dan Ian Marshall melalui penelitian ilmiahnya menemukan kecerdasan lain, kecerdasan ketiga, yang disebut-sebut sebagai the ultimatte intelligence (kecerdasan tertinggi), yaitu SQ (Spiritual Quotient).Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value, yakni kecerdasan untuk menempatkan perilakudan hidup dalam konteks makna yang lebih luas. Kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibanding dengan yang lain. Dapat juga dikatakan bahwa kecerdasan spiritual merupakan kemampuan untuk memberi makna ibadah terhadap setiap perilaku dan kegiatan, melalui langkah- langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah dalam upaya menggapai kualitas hanif dan ikhlas.SQ adalah suara hati Ilahiyah yang memotivasi seseorang untuk berbuat atau tidak berbuat.

Kalau EQ berpusat di hati, maka SQ berpusat pada “hati nurani” (Fuad/dhamir).Kebenaran suara fuad tidak perlu diragukan. Sejak awal kejadiannya, “fuad” telah tunduk kepada perjanjian ketuhanan ” Bukankah Aku ini Tuhanmu ?” Mereka menjawab :” Betul (Engkau Tuhan kami ), kami bersaksi “( al-A’raaf,7:172 ). Di samping itu, secara eksplisit Allah SWT menyatakan bahwa penciptaan Fuad/ al-Af’idah selaku komponen utama manusia terjadi pada saat manusia masih dalam rahim ibunya (al-Sajadah,32:9). Tentunya ada makna yang tersirat di balik informasi Allah tentang saat penciptaan fuad karena Sang Pencipta tidak memberikan informasi yang sama tentang waktu penciptaan akal dan qalbu. Isyarat yang dapat ditangkap dari perbedaan tersebut adalah bahwa kebenaran suara fuad jauh melampaui kebenaran suara akal dan qalbu .

Pos-pos Terbaru