Tanaman Penghasil Minyak Atsiri

Tanaman Penghasil Minyak Atsiri

Minyak atsiri merupakan minyak yang bersifat aromatik yang mudah menguap sesuai dengan  tanaman penghasilnya.
Tanaman penghasil minyak atsiri terdapat beberapa jenis, dalam hal ini kita akan membahas lima tanaman penghasil minyak atsiri yaitu Nilam, Akar Wangi, Jahe, Kayu Manis, dan Ylang-ylang.

1. Nilam (Pogostemon cablin Benth)

 

Menurut wikipedia, Nilam merupakan sejenis semak tropis penghasil minyak atsiri yang pemanfaatannya melalui ekstraksi daun. Tanaman ini tingginya mencapi satu meter yang habitatnya teduh, hangat, dan lembap. Perkembangbiakkannya secara vegetatif.
Hasil minyak ini dimanfaatkan sebagai bahan parfurm, bahan dupa, minyak atsiri antiserangga dan kosmetik. Minyak nilam tergolong dalam minyak atsiri dengan komponen utamanya adalah patchoulol. Minyak nilam memiliki kadar PA diatas 30%, berwarna kuning jernih, dan memilki wangi khas dan sulit dihilangkan.
2. Akar Wangi (Chrysopogon zizanioides)

Menurut wikipedia, tanaman akar wangi tumbuh baik pada ketinggian antara 700-1600  mdpl, curah hujan 1500-2500 mm setiap tahun dengan suhu lingkungan 17-27C dan pH sekitar 6-7. Tanaman akar wangi meruapakan tanaman cepat tumbuh sehingga pemanenan dilakukan setelah berumur 8 bulan pada musim kemarau.
Minyak akar wangi dimanfaatkan sebagai minyak atsiri dalam pembuatan parfum, kosmetik dan bahan-bahan obat. Minyak ini mengandung ester yang tersusun oleh senyawa karboksilat asam vetinenat dan senyawa alkohol vetivenol. Proses pengambilan minyak atsiri ini melalui proses penyulingan.

3. Jahe (Zingiber officinale)

 

Tanaman jahe merupakan tanaman rimpang yang dapat digunakan sebagai rempah-rempah dan obat-obatan yang memiliki senyawa zingeron.
Minyak atsiri jahe dihasilkan pada jenis jahe empirit kecil. Minyak atsiri jahe ini dapat digunakan untuk antiseptik, antipasmodik, aprodisiak, karminatif, diaforetik, ekspektoran dan lain sebagainya.
Rimpang jahe empirit sebagian besar tersusun atas pati 40-60%, protein 9-10%, lipid 6-10%, oleresins 4-7,5%, dan minyak atsiri 1-3,3%.
4. Kayu Manis (Cinnamomum verum)

Tanaman ini merupakan sejenis pohon penghasil rempah-rempah yang memiliki aroma, manis, dan pedas.
Minyak atsiri kayu manis mengandung bahan aktif utama, yaitu eugenol cinnamaldehyde, phellandrene dan methyleugenol. Manfaat minyak atsiri ini adalah sebagai bahan obat (melawan virus, melawan parasif, meredakan depresi, dan lain sebagainya) dan sebagai bahan makanan.
5. Ylang-ylang (Cananga odoratum)

Ylang-ylang ini juga disebut sebagai tanaman kenanga. Tanaman ylang-ylang memiliki cabang yang terkulai dan daun lebih kecil, sedangkan tanaman kenanga memiliki cabnag tegak lurus terhadap batang.
Minyak atsiri tanaman ylang-ylang ini pada umumnya berasal dari bagian kelopak bunga. Minyak atsiri ini dapat dimanfaatkan untuk menebalkan rambut secara alami sekaligus sifat penyembuh pada kulit. Minyak ini juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan (efek positif pada kesehatan kekebalan tubuh, aliran darah dan emosi), sebgai manafaktur produk, sebagai bahan pengawet makanan dan minuman.